Penyakit kulit pada ternak bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi bakteri, parasit, hingga kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Pada musim hujan, masalah kulit ini cenderung meningkat karena kelembapan yang tinggi, yang dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri pada kulit hewan.
Gejala penyakit kulit pada ternak bisa beragam, mulai dari gatal-gatal, munculnya bercak merah, hingga kerontokan bulu di beberapa bagian tubuh. Salah satu penyakit kulit yang sering ditemukan pada ternak adalah kudis, yang disebabkan oleh parasit seperti tungau. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit kulit dapat menyebabkan luka yang terbuka dan meningkatkan risiko infeksi sekunder.
Untuk mencegah penyakit kulit, pertama-tama perhatikan kebersihan kandang ternak. Pastikan alas kandang selalu kering dan bersih, serta ventilasi udara berjalan dengan baik. Kebersihan tubuh ternak juga sangat penting, karena kotoran yang menempel pada kulit ternak dapat menjadi sumber infeksi. Mandikan ternak secara teratur dan gunakan sabun yang disarankan oleh dokter hewan untuk mencegah infeksi.
Selain itu, pemberian suplemen yang mengandung vitamin dan mineral juga sangat penting. Nutrisi yang baik dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh ternak dan membantu kulit mereka tetap sehat. Produk antiparasit juga perlu digunakan secara rutin untuk mencegah serangan parasit yang dapat merusak kulit ternak.
Jika ternak menunjukkan gejala penyakit kulit, segera lakukan pemeriksaan oleh dokter hewan. Pengobatan dini dapat mencegah penyebaran penyakit ke ternak lainnya dan mengurangi dampak yang ditimbulkan. Penanganan yang tepat akan memastikan kesehatan ternak tetap terjaga meskipun musim hujan datang.