Malignant Catarrhal Fever (MCF) adalah penyakit degeneratif dan limfo proliferatif yang bersifat sangat fatal dan menyerang sapi, kerbau, rusa dan beberapa ruminansia liar lainnya. Sapi muda biasanya lebih rentan terutama yang dipelihara bersama domba (Damayanti, 2005), terutama pada sapi bali yang digembalakan berdekatan dengan domba karena domba merupakan karier untuk MCF (Schultheiss et al., 2007). Penyakit ini disebabkan oleh virus herpesvirus seperti Alcelaphine herpesvirus 1 (AHV-1) pada sapi dan Ovine herpesvirus 2 (OvHV-2) pada domba. Gejala klinis yang sering dijumpai berupa demam, eksudat kental dari mata dan hidung, kekeruhan kornea, diare, dan beberapa manifestasi gejala syaraf.
Penyakit ini sering fatal dan menular melalui kontak langsung antara hewan yang terinfeksi dan hewan yang rentan. Biasanya penyakit ini bersifat sporadis dengan tingkat morbiditas rendah namun dengan tingkat kematian yang sangat tinggi hingga mencapai 100%. Hewan yang peka terhadap penyakit MCF antara lain berbagai bangsa sapi (Bos taurus, Bos indicus, Bos javanicus), kerbau (Buba/us bubalis), bison (Bos bonasus) dan beberapa jenis rusa dan babi.
Pencegahan :
1. Biosekuriti : Terapkan tindakan biosekuriti yang ketat di peternakan untuk mencegah masuknya virus MCF, antaralain pengendalian akses, pembersihan dan desinfeksi peralatan, pengelolaan serta pengontrolan lalu lintas manusia dan kendaraan.
2. Isolasi dan Karantina: Isolasi hewan yang baru atau yang dicurigai terinfeksi MCF segera setelah mereka masuk ke peternakan. Karantina hewan tersebut di area yang terpisah dari hewan lainnya selama periode yang ditentukan untuk memantau gejala penyakit
3. Pemantauan Kesehatan: Lakukan pemantauan kesehatan secara rutin terhadap ternak untuk mendeteksi gejala awal MCF.
4. Manajemen Kontak: Hindari kontak langsung antara ternak yang rentan dengan hewan liar atau hewan yang potensial membawa virus MCF, seperti ruminansia lain atau satwa liar.
5. Vaksinasi : Berapa daerah mungkin menawarkan vaksinasi untuk MCF, terutama peternakan yang rentan atau di daerah yang sering
6. Konsultasikan dengan dokter hewan atau otoritas lokal untuk rekomendasi vaksinasi yang tepat
7. Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) : Tingkatkan pengetahuan dan kesadaran peternak tentang MCF, gejalanya, dan cara pencegahannya. Hal ini penting untuk memastikan tindakan pencegahan yang tepat dilakukan secara konsisten.
Upaya pencegahan dan pemberatasan MCF :
a. Isolasi dan Karantina
b. Eutanasia/Potong Bersyarat
c. Pembersihan dan Desinfeksi
d. Manajemen Kesehatan
e. Manajemen Lingkungan
f. Penghapusan Sumber Penularan
g. Koordinasi dengan Otoritas Veteriner setempat
Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Purwakarta melakukan surveilans penyakit Malignant Catarrhal Fever (MCF) berkoordinasi dengan Balai Veteriner Subang melalui pengujian sampel darah dan swab.